Blak-blakan Arief budiman Tak masuk akal tuding KPU curang

Blak-blakan Arief budiman

Tak masuk akal tuding KPU curang

Blak-blakan Arief budiman Tak masuk akal tuding KPU curang

Ketua Komisis pemilihan umum republic Indonesia (KPU RI) Arief Budiman menegaskan kesalahan memasukan data perolehan suara pasangan capres 01-02 terjadi di 105 TPS dari 810k TPS. Jumlah itu sangat jauh dari margin of error yang biasa ditoleransi dalam eebuah hitungan statistic.

Kata arief dari 105 tps yang berdasarkan lapoan dari masyarakat hanya berasal dari 27 TPS. Selebihnya karena kecermatan para petugas lapangan dan hingga kamis 25 april 2019 korekasi sudah dilakukau di 65 TPS.

 

“peserta pemilu dan masyarakat bias menemukan terjadi kesalahan itu karena kami transparan, jadi gak masuk akal kalo kami itu  dituduh curang. Apalagi sampai kemudian membangun opini seolah terjadi kecurangan terstruktur, sistematis massif dan brutal.” Papar ketua KPU R

 

Sejauh in, ketua KPU melanjutkan, kesalahan memasukkan data terjadi karena factor kelelahan petugas. Tapi, bila terindikasi ada petugas yang memasukkan data dengan sengaja berdasarkan pesanan untuk meningkatkan suara salah satu pasangan hal itu bias dipidankan. “silahkan dipidanakan,” tegas nya.

 

Arief, sejak awal reformasi atif sebagai pengawas pemilu, juga mengungkapkan bahwa kesalahan input data sejatinya tak Cuma terjadi hanya untuk pasangan 01 tapi juga 02, sejumlah media juga melaporkan terjadi kesalahan input di tps 07 cilowong, kec, taktakan kota serang. Disitu suara 02 kelebihan 600 suara yang seharusnya 184 suara, begitu juga sebaliknya.

 

Jadi sebetulnya untuk 01 dan 02 Cuma yang paling banyak disebar dimedsos seolah Cuma 01,” kata ketua KPU arief budiman

Terkait kotak suara berbahan kardus, kata arief, itu merupakan keputusan bersama DPR dan pemerintah. Selain lebih efisien untuk di kerjakan dalam waktu yang mepet, biayanya lebih murah dan tak erlu gudang penyimpanan pasca pemliu.

Terjadi tudingan bahwa orang gangguan jiwa sengaja dilibatkan untuk memenangkan perolehan suara petaha, arief juga menepisnya. Sebab, hal itu berlangsung sejak pemilu-pemliu sebelumnya.